Laman

Minggu, 01 Januari 2012

anak wayang bersyair hujan

Aku biarkan saja malam menyelimuti bumi.

Karena ku yakin, di bagian bumi yang lain matahari bersinar terik.

Aku dengarkan kidung malam di tempat aku berbaring.

Bersahabat dengan dingin dan gelap.

Perlahan langit menjatuhkan titik titik air dari atas.

Hasil transformasi bongkahan kecil es di langit yang berubah lantaran gesekan udara.

Berbeda halnya bila kau tanyakan hujan pada ku, si anak wayang.

Bagiku hujan adalah tangisan awan yang mengantarkan rahmat dari sang pemilik hidup.

Lalu kenapa kita harus menghujat hujan?

Jangan salahkan hujan menyebabkan bencana.

Salahkan manusia sendiri...

Dan aku hanya anak wayang.


Published with Blogger-droid v2.0.2