
aku iri melihat gambar ini, lihat saja tawa kebahagian mereka, seakan semuanya tak ada lagi yang akan mampu membuat mereka bersedih....
yah, aku tahu hanya sebuah gambar dari ilustrasi sebuah hati yang penuh kebahagian sehingga mampu menggoreskan tinta yang hampa memiliki arti sebuah kebahagiaan...
aku bukannya tak mensyukuri dari tiap tetes kebahagian yang telah ke keruh...
tiap peluh yang diseka oleh ibu yang mengatas namakan kebahagian disebuah material rupiah,
tiap hentakan rasa lelah yang dirasa oleh ayah dalam tiap hembusan nafas untuk membahagiakan kami dengan mengatas namakan sebuah benda menggunakan charger ataupun benda bermotor yang berkaki dua ataupun berkaki empat...
tapi bukan itu ayah, bukan itu ibu...
pernahkan kalian merasa bahwa pelukan sayang kalian lebih berharga dari sebuah untaian rupiah yang dirajut seperti baju kebangsaan???
pernahkah kalian berfikir untaian kata sayang kalian lebih merdu dari dawai sebuah gitar permata yang dibuat oleh para bangsawan itu???
atau mungkin sebuah kata "selamat pagi anakku" lebih berharga dari kata "kamu mau mobil apa?" atau "kamu mau hape type apa?"

bukan sebuah kesenangan yang seperti itu...
aku ingin saat pagi menjelang, tawa renyah kelurga yang kudengar...
bukan suara benda pecah terbanting...
aku ingin pelukan hangat saat aku tiba dirumah...
bukan tamparan ayah pada ibu dengan kata-kata yang memanaskan telinga lebih panas dari didihan besi panas!
aku ingin dengan bangga aku bilang "aku ingin pulang,rindu ma keluarga", bukan tegur sapa teman sambil berkata "kamu kok g pulang?"...

aku disini sekarat dalam luka hati yang membusuk,,,
berdoa agar tak menjadi keparat-keparat jahanam seperti bajingan diluar sana....
aku lelah berlari dalam gelapnya tujuan hidup,,,
telingaku panas, badanku menggigil dan hatiku pedih!
tak mampukah kalian mendengar aku menjerit seperti gitar tak berdawai???
tak bisakah kalian lihat tawa-tawa dari topeng kepedihan ini???
sampai kapan aku berpura-pura tertawa dalam kepedihan???
sampai aku tergolek tak bernyawa seperti bangkai hewan hina?!

aku tak mau melarikan diri dengan membuat luka fisik seperti orang bodoh!
sudah cukup luka batin ini menggores sanubari yang membusuk!
aku akan bangkit dan membuat keluarga kecilku sendiri!
aku mau bahagia! sudah cukup aku terluka!
sudah lelah aku menggunakan topeng ini!
aku ingin benar-benar tertawa!
aku ingin benar-benar pulang kerumah kecilku yang penuh tawa kebahagian...
bukan hiruk-pikuk dari tawa-tawa para bajingan seperti kalian!
aku akan membuat tawa kebahagian ini menyembuhkan lukaku!!!
dengan orang-orang yang tidak bejat seperti kalian!
0 komentar:
Posting Komentar