Laman

Kamis, 24 November 2011

Aku Membusuk dan Bernanah

aku kembali membuka mata,,,
layaknya manusia lainnya, aku bangun dengan membawa harapan,,,

kubiarkan saja penat tersingkir walau sesaaat,,,
ku tata kembali tampilanku di depan cermin,,,
tak ada yang berubah, masih tetap aku seperti biasanya,,,


kulangkahkna kaki dengan lantunan doa,,, 
bertemu kerumunan manusia mengais rejeki untuk menghidupi keluarganya,,, 
ahhh, dinamika kehidupan,,, hidup untuk menghidupi lainnya,,, 
sempat terbayang, akan menjadi apa aku 5 tahun mendatang?
masihkan boneka takdir? atau pembuat takdir?

kubiarkan saja angin bermain disela rambutku, rambut yang tak lagi rapat, tergerus oleh waktu,,,
aku tak muda lagi, namun aku belum sepenuhnya menjadi bandot tua...
masih ada 1000 harapan dan mimpi yang kusimpan,
dikotak kecil, kotak pandoraku sendiri...
namun hingga saat ini kotak itu masih terbengkalai bertemankan rajutan indah laba-laba



ahhhh ironis, 
aku tak mampu menyusun kata indah layaknya sang penyair cinta, 
hampir semua susunan kata-kataku bermain dengan sudut gelap hati manusia,,, 
manusia terdahulu pernah berkata padaku, tulisanmu adalah cerminan dasar hati... 
lalu apakah maksudnya aku adalah manusia penuh luka membusuk namun tampak indah di luar??? 

apakah hatiku telah mati perlahan???
biarlah saja,,, aku sudah bosan dengan luka ku...
biarkan saja membusuk dan bernanah,,,,

0 komentar:

Posting Komentar