Laman

Rabu, 30 November 2011

draft bersama

dulu aku tak percaya akan cinta sejati, aku selalu menganggap cinta sejati sebagai dongeng indah sebelum tidur. dongeng yang dibuat para penyair untuk membodohi kami. aku tak seperti mereka, mereka telalu naif sehingga mampu dibodohi para penyair itu. sampai sekarang, aku tak mau diperdaya oleh cinta, karena cinta bagiku hanya sebuah jalan lain menikmati pedihnya dunia...

aku masih duduk termenung dan masih menjalani hobiku, memandang langit. setidaknya langit tak pernah berdusta padaku, tak pernah. karena langit tak mampu bicara. seraya ku memandng langit, aku menghidupkan imajinasiku. merangkai bait-bait dalam duniaku sendiri karena aku bukan penyair yang mampu menungkan imajiku pada susunan kata-kata indah. kubiarkan waktu berlalu begitu saja, aku terlalu menikmati suasana ini, dan aku kembali menjadi sosok yang apatis dengan keadaan sekitar. dari ekor mataku, aku sesaat sempat melihat seorang wanita. namun entahlah, aku tak terbiasa mengurusi urusan orang lain.

kubiarkan saja imajiku bercengkrama dengan langit. berusaha menjauhi kerumunan manusia lainnya, aku tak pandai dalam bersosialisasi. aku bukan bagian dari para sekelompok manusia berbaju necis, aku cukup simple, cukup bercelana jeans dan berkaos oblong serta berkaca mata saja, toh selama ini sahabatku tidak pernah memprotesnya, sahabatku si langit. kubiarkan saja para manusia mencemoohku, aku tetap saja tak peduli.

hari berganti selayaknya hari biasa, aku pun tetap tak bergeming dengan cemooh manusia lain, tetap bersenandung dalam sepi. tas ku gendong di balik punggung ku, telinga kusumpal dengan headset yang memutar mp3 favorite dengan volume yang cukup menyumpal grundel-grundel sekitarku. tiba-tiba...
"HUAAAAAAAA.....!", wanita gila seumuranku melompat dihadapanku dengan berteriak, aku tak begitu mengenalnya hanya saja wanita ini familiar di ingtanku. namun seperti biasanya, aku acuh dan melenggang pergi begitu saja. dia menjejeri langkahku, aku berhenti, menoleh, membuka sumpalan telingaku.
"akhirnya aku mendapat perhatianmu, heheheh" senyum yang harus kuakui manis tersungging di awajahnya.
"ada apa?" ku hemat saja energiku melewati fase basa basi.
"lupa yah dengan aku? aku bulan, teman sekelas di fakultas bahasa? ingat?"
walau dengan wajah datar, pikiranku mencari kosa kata "bulan" dari kumpulan nama teman-temanku, walau samar kuingat dia. wanita yang selalu bersemangat dan riang di fakultas bahasa tempatku bersemayam selama ini.
"iya, ingat. lalu?"



.................................................. mohon bantuan teman-teman manambahkan ide, hehehe

0 komentar:

Posting Komentar